BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Istirahat dan tidur yang sesuai adalah
sama pentingnya bagi kesehatan yang baik dengan nutrisi yang baik dan olahraga
yang cukup. Tiap
individu membutuhkan jumlah yang
berbeda untuk istirahat dan tidur. Kesehatan fisik dan emosi tergantung pada
kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Tanpa jumlah istirahat dan
tidur yang cukup, kemampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, dan
berpartisipasi dalam aktivitas
hari-hari akan menurun,
dan meningkatkan iritabilitas.
Satu teori fungsi tidur
adalah berhubungan dengan penyembuhan (Evans dan French, 1995). Memperoleh
kualitas tidur terbaik adalah penting untuk peningkatan kesehatan yang baik dan
pemulihan individu yang sakit Perawat memperhatikan klien yang seringkali
mengalami gangguan tidur yang ada 'sebelumnya dan klien yang mengalami masalah
tidur karena penyakit atau hospitalsasi. Kadang-kadang, klien mcncari pelayanan
kesehatan karena mereka mempunyai masalah tidur yang mungkin telah hilang tanpa
disadari untuk bcberapa tahun. Klien yang sakit seringkali membutuhkan lebih
banyak tidur dan istirahat daripada klien yang sehat. Akan tetapi, sifat
alamiah dari penyakit yang mencegah klien untuk mendapatkan istirahat dan tidur
yang cukup. Lingkungan institusi rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka
panjang dan aktivitas petugas pelayanan kesehatan dapat menyebabkan sulit
tidur.
B.
TUJUAN
1. Tujuan Umum
Memahami penerapan proses
keperawatan dalam memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur.
2. Tujuan khusus
- Mahasiswa
dapat memahami konsep istirahat dan tidur
- Mahasiswa
mampu menjelaskan fisiologi tidur
- Mahasiswa mampu
menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi tidur dan gangguan tidur.
- Mahasiswa
mampu mengaplikasikan proses keperawatan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Istirahat dan Tidur
Priode waktu yang lama tidak tidur (secara
alami terus menerus). Dalam priode kesadaran (budi sanrosa, 2005-2006) Tidur merupakan seuatu keadaan tidak sadarkan diri yang
relatif atau sering juga disebut suatu keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan
(wolf , weitzel & fuerst,1984)
Istirahat tidak berarti tanpa aktivitas,
meskipun setiap orang sering berfikir tentang hal itu seperti duduk di kursi
yang nyaman atau berbaring di tempat tidur. Ketika orang sedang istirahat
mereka berada pada keadaan aktivitas mental dan fisik yang menyegarkan mereka
kembali bergairah dan siap untuk menyelesaikan aktivitas (potter &
perry,2005)
B.
Fisiologi Tidur
Tidur adalah proses fisiologis yang
bersiklus yang bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan.
Siklus tidur terjaga mempengaruhi dan
mengatur fungsi fisiologis dan respons perilaku.
1. Kondisi Untuk Istirahat yang
cukup
- Eliminasi
sumber-sumber yang mengiritasi fisik
-
Kontrol sumber nyeri
- Pertahankan
kesejahteraan kesejajaran anatomis yang tepat atau posisi yang sesuai
-
Kontrol suhu ruangan
-
Pindahkan distraksi lingkungan
-
Sediakan ventilasi yang cukup
2. Bebas Dari Kecemasan
a.
Buat keputusan sendiri
b. Berpatisipasi didalam pelayanan kesehatan
pribadi
c. Mempunyai
pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami masalah dan implikasi kesehatan
d. Praktikkan aktivitas yang mengistirahatkan
secara teratur
e.
Mengetahui bahwa lingkungan aman
3. Tidur Yang Cukup
a.
Memperoleh jumlah lama tidur yang dibutuhkan untuk merasa segar kembali
b. Ikuti kebiasaan higene yang baik sebelum tidur
1. Irama Sirkadian
Irama sirkadian mempengaruhi pola
fungsi biologis utama dan fungsi prilaku. Irama sirkadian termasuk siklus
tidur–bangun harian, dipengaruhi oleh cahaya dan suhu serta juga faktor-faktor
eksternal seperti aktivitas sosial dan rutinitas pekerjaan. Beberapa orang
dapat tertidur pada pukul 8 malam, sementara yang lain tidur pada tengah malam.
2. Pengaturan Tidur
Tidur melibatkan suatu urutan keadaan
fisiologis yang dipertahankan oleh integrasi tinggi aktivitas sistem saraf pusat yang berhubungan dengan
perubahan dalam sistem saraf periferal, endokrin, kardovaskular, penafasan dan
muskular. Kontrol dan pengaturan tidur tergantung pada hubungan antara dua
mekanisme serebral yang mengaktivasi secara intermiten dan menekan pusat otak
tertinggi untuk mengontrol tidur dan terjaga. Sistem Aktivasi Retikular
(SAR) terdiri dari sel khusus yang mempertahankan kewaspadaan dan
terjaga. SAR menerima stimulus sensori visual, auditori, nyeri, dan taktil.
Tidur dapat dihasilkan dari pengeluaran serotonin dari sel tertentu dalam
sistem tidur raphe pada pons dan otak depan bagian tengah. Daerah otak
juga disebut daerah siakronisasi
bulbar. Seseorang tetap terjaga atau tertidur tergantung pada
keseimbangan impuls yang diterima dari pusat yang lebih tinggi (misalnya
pikiran), reseptor sensori perifer (misalnya stimulus bunyi atau cahaya) dan
sistem limbik.
3.
Tahapan Tidur
EEC, EMG, dan EOG sinyal listrik
mcnunjukkan perbedaan tingkat aktivitas yang berbeda dari otak, otot dan mata
yang berhubungan dengan tahap tidur yang berbeda (Sleep Research- Society, 1993).
Tidur yang normal melibatkan dua fase: pergerakan mata yang tidak cepat (tidur nonrapid
eye movement, NREM) dan pergerakan mata yang cepat (tidur rapid eye
movement, REM). Selama NREM seorang yang tidur mengalami kemajuan melalui
empat tahapan selama siklus tidur 90 menit. Tidur REM merupakan Case pada
akhir tiap siklus tidur 90 menit. Konsolidasi memori (Karni dkk, 1994) dan
pemulihan psikologis terjadi pada waktu ini. Faktor yang berbeda dapat
mcningkatkan atau mcng-ganggu tahapan siklus tidur yang berbeda.
4.
Siklus Tidur
Secara normal, pada orang dewasa, pola
tidur rutin dimulai dengan periode sebelum tidur. Periode ini secara normal
berakhir 10 hingga 30 menit tetapi untuk seseorang yang memiliki kesulitan
untuk tertidur, akan berlangsung satu jam atau Iebih. Ketika seseorang
tertidur, biasanya melewati 4 sampai 6 siklus tidur penuh dan tiap siklus tidur
terdiri 4 tahap.dari tidur NREM dan satu periode dari tidur REM Pola siklus
biasanya berkembang dari tahap 1 menuju ke tahap 4 NREM diikuti kebalikan tahap
4 ke-3, lalu ke-2, diakhiri dengan periode dari tidur REM. Seseorang biasanya
mencapai tidur REM sckilar 90 mcnit ke siklus tidur.
Dengan tiap-tiap siklus yang berhasil, tahap 3 dan 4 memendek, dan
memperpanjang periode REM. Tidur REM dapat berakhir sampai 60 mcnit selama
akhir siklus tidur. Tidak semua orang mengalami kemajuan yang konsisten menuju
ke tahap tidur yang biasa.
C.
FUNGSI TIDUR
Tidur dipercaya mengkontribusi
pemulihan fisiologi dan psiologis (Oswaid, 1984, Anch dkk, 1988). Menurut teori
tidur adalah waktu perbaikan dan persiapan untuk periode terjaga berikutnya. Dialam
tidur NREM, fungsi biologis menurun, tidur yang nyenyak bermanfaat dalam
memelihara fungsi jantung.
Tidur diperlukan untuk memperbaiki proses biologis
secara rutin. Tidur REM penting untuk pemulihan kognitif. Selama tidur, otak
menyaring informasi yang disimpan tentang aktivitas hari tersebut.
Mimpi
Mimpi
terjadi selama tidur NREM maupun REM, Mimpi REM dapat berkembang dalam isi
sepanjang malam dari mimpi tentang kejadian terbaru sampai mimpi yang kreatif,
dan seorang yang depresi dapat bermimpi tidak berdaya.
Teori lain menyatakan bahwa mimpi menghapus fantasi tertentu
atau memori yang nonesensial.
D.
KEBUTUHAN DAN POLA TIDUR NORMAL
Durasi dan kualitas tidur beragam
diantara orang-orang dari semua kelompok usia. Seseorang mungkin merasa cukup
beristirahat dengan 4 jam tidur, sementara yang lain membutuhkan 10 jam.
1.
Neonatus
Neonatus sampai usia 3 bulan
rata-rata tidur sekitar 16 jam sehari. Bayi yang lahir dari ibu tanpa medikasi
lahir dalam keadaan terjaga. Mata terbuka lebar dan mengisap kencang. Setelah
sekitar satu jam bayi baru lahir menjadi diam dan kurang responsif terhadap
stimulus internal dan eksternal. Periode tidur berakhir beberapa menit sampai 2
sampai 4 jam setelahnya ( Wong, 1995). Kemudian bayi terbangun lagi dan
seringkali menjadi terlalu responsif terhadap stimulus. Stimulus lapar, nyeri,
dingin atau yang lain seringkali menyebankan tangisan. Pada minggu pertama,
bayi baru lahir tidur dengan konstan. Kira-kira 50% dari tidur ini adalah tidur
REM, yang menstimulasi pusat otak tertinggi. Hal ini dianggap esensial bagi
perkembangan karena neonatus tidak terjaga cukup lama untuk stimulasi eksternal
yang bermakna. Tabel 42-1 menguraikan perilaku yang terlihat pada bayi baru
lahir selama tidur dan terjaga.
2.
Bayi
Pada umumnya bayi mengalami pola
tidur malam hari pada usia 3 bulan. Bayi tertidur beberapa kali pada siang hari
tetapi biasanya tidur rata-rata 8 sampai 10 jam pada malam hari. Sekitar 30 %
dari waktu tidur dihabiskan dalam siklus REM. Bangun biasanya terjadi pada pagi
hari. Meskipun tidak umum untuk bayi yang terjaga selama malam hari. jika
bangun sela malam hari rutin, masalahnya pada diet karena lapar sering kali
membangunkan anak. Bayi yang minum ASI biasanya tidur dalam jangka lebih
pendek, dengan lebih sering terbangun, dari pada bayi yang minum susu botol (
wong, 1995). Bayi yang lebih besar tidur lebih lama dari pada bayi yang lebih
kecil karena kapasitas lambungnya lebih besar. Seorang bayi antara usia 1 bulan
dan 1 tahun tidur rata-rata 14 jam sehari.
3.
Todler
Pada usia 2 tahun, anak anak
biasanya tidur sepanjang malam dan tidur siang setiap hari. Total tidur
rata-rata 12 jam sehari. Tidur siang dapat hilang pada usia 3 tahun. Hal yang
umum bagi todler terbangun pada malam hari. Persentase tidur REM menurun. Selama
periode ini todler tidak ingin tidur pada malam hari. Ketidak inginan ini dapat
berhubungan dengan kebutuhan untuk otonomi, atau takut perpisahan.
4.
Prasekolah
Rata-rata anak usia prasekolah
sekitar 12 jam semalam (sekitar 20% adalah REM). Pada usia 5 tahun, anak
prasekolah jarang tidur siang. Kecuali pada kebudayaan yaitu siesta adalah
kebiasaan. Orang tua paling berhasil untuk membawa tidur dengan membina ritual
yang konsisten yang mencakup aktivitas waktu tenang sebelum waktu tidur. Biasanya
para ahli tidak merekomendasikan seorang anak diperbolehkan tidur dengan orang
tua.
5.
Anak Usia Sekolah
Jumlah tidur yang diperlukan pada
usia sekolah bersifat individual dikarenakan status aktivitas dan tingkat
kesehatan yang bervariasi. Dan biasanya tidak membutuhkan tidur siang. Pada
usia 6 tahun akan tidur malam rata-rata 11 sampai 12 jam, sementara anak usia
11 tahun tidur sekitar 9 sampai 10 jam ( Wong, 1995 ).
6.
Remaja
Remaja memperoleh sekitar 7½ jam
untuk tidur setiap malam ( Carskadon, 1990). Pada saat kebutuhan tidur yang
aktual meningkat, remaja umumnya mengalami sejumlah perubahan yang sering kali
mengurangi waktu tidur. Biasanya orang tua tidak lagi terlibat dalam penataan
waktu tidur yang spesifik. Tuntuan sekolah, kegiatan setelah sekolah, dan
pekerjaan paruh waktu menekan waktu yang tersedia untuk tidur. Remaja pergi
tidur lebih larut dan bangun lebih cepat pada waktu sekolah menengah atas.
Harapan sosial yang umum adalah remaja membutuhkan tidur yang sedikit daripad
praremaja. Akan tetapi, data laboraturium menunukan bahwa remaja mempunyai
kebutuhan fisiologis untuk tidur lebih banyak bila dibandingkan dengan
praremaja ( Carskadon, 1990).
7.
Dewasa Muda
Kebanyakan dewasa muda tidur malam
hari rata-rata 6 sampai 8½ jam, tetapi hal ini bervariasi. Dewasa muda jarang
sekali tidur siang. Kurang lebih 20% waktu tidur yang dihabiskan adalah waktu
tidur REM, yang tetap konsisten sepanang hidup.
8.
Dewasa Tengah
Selama masa dewasa tengah total
waktu yang digunakan untuk tidur malam hari mulai menurun. Jumlah tidur tahap 4
mulai menurun, suatu penurunan yang berlanjut dengan bertambahnya usia.
Gangguan tidur seringkali mulai didiagnosa diantara orang-orang pada rentang
usia ini bahkan ketika gejala dari ngangguan yang telah ada untuk beberapa
tahun, insomnia terutama lazim terjadi, mungkin disebabkan oleh perubahan dan
stres usia menengah. Gangguan tidur dapat disebabkan oleh kecemasan. Depresi
atau penyakit fisik ringan tertentu. Wanita yang mengalami gejala menopause
dapat mengalami insomnia. Anggota kelompok ini dapat tergantung pada obat
tidur.
9.
Lansia
Jumlah tidur total tidak berubah
sesuai pertambahan usia. Akan tetapi, kualitas tidur kelihatan menjadi berubah
pada kebanyakan lansia ( Bliwise, 1993). Episode tidur REM cenderung memendek.
Terdapat penurunan yang progresif pada tahap tidur NREM 3 dan 4, beberapa
lansia hampir tidak memiliki tahap 4, atau tidur yang dalam. Seorang lansia
terbangun lebih sering dimalam hari dan membutuhkan banyak waktu untuk jatuh
tertidur.
Keragaman dalam perilaku tidur lansia adalah umum.
Keluhan tentang kesulitan tidur waktu malam seringkali terjadi antara lansaia.
Seringkali akibat keberadaan penyakit kronik yang lain. Perubahan pola tidur
pada lansia disebabkan perubahan SSP yang mempengaruhi pengaturan tidur.
Kerusakan sensorik, umum dengan penuaan, dapat mengurangi sensivitas terhadap
waktu yang mempertahankan irama sirkadian.
E.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR
Sejumlah faktor mempengaruhi kuantitas dan kualitas
tidur. Seringkali faktor tunggal tidak hanya menjadi penyebab masalah tidur.
Faktor fisiologis, psikologis, lingkungan dapat mengubah kualitas dan kuantitas
tidur.
1.
Penyakit Fisik
Setiap penyakit yang menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan
fisik (misal kesulitan bernapas), atau masalah suasana hati. Penyakit juga
dapat memaksa klien untuk tidur dalam posisi yang tidak biasa. Sebagai contoh
meperoleh posisi yang aneh saat tangan atau lengan di mobilisasi pada traksi
dapat menganggu tidur.
Penyakit pernapasan seringkali mempengaruhi tidur.
Klien yang berpenyakit paru kronik seperti emfisema dengan napas pendek dan
seringkali tidak dapat tidur tanpa dua atau tiga bantal untuk meninggikan
kepala mereka.
Penyakit jantung koroner sering dikarakteristikan
dengan episode nyeri dada yang tiba-tiba dari denyut jantung yang tidak
teratur.
Hipertensi seringkali menyebabkan terbangun pada pagi
hari dan kelemahan nokturia, atau berkemih pada malam hari, mengganggu tidur
dan siklus tidur. Lansia seringkali mengalami “sindrom kaki tak berdaya” yang
terjadi pada saat sebelum tidur.
Seseorang yang berpenyakit tukak peptik seringkali
terbangun pada tengah malam. Kadar asm lambung mencapai puncak sekitar pukul 1
sampai 3 ( McNeil dkk, 1986) menyebabkan nyeri lambung.
2.
Obat-Obatan dan Substansi
Dari daftar obat di PDR 1990, dengan 584 obat resep
atau obat bebas menuliskan mengantuk sebagai salah satu efek samping, 486
menulis insomnia dan 281 menyebabkan kelelahan (Buysse, 1991). Mengantuk dan deprivasi
tidur adalah efek samping medikasi yang umum. Medikasi yang diresepkan untuk
tidur seringkali memberi banyak masalah daripada keuntungan. Orang dewasa muda
dan dewasa tengah dapat tergantung pada obat tidur untuk mengatasi stressor
gaya hidupnya.
3.
Obat-obatan dan pengaruhnya pada tidur
Hipnotik
-
Mengganggu dengan mendapati tahap tidur yang lebih dalam
-
Memberikan hanya peningkatan kualitas tidur sementara (1minggu ).
Diuretik
-
Menyebabkan nokturia
Anti Depresan
Dan Stimulan
-
Menekan tidur REM
-
Menurunkan total waktu tidur
Alkohol
-
Mempercepat mulanya waktu tidur
-
Menganggu tidur REM
Kafein
-
Mencegah seseorang tertidur
4.
Pola tidur yang biasa dan mengantuk yang berlebihan pada siang hari (EDS)
Pada abad lampau jumlah tidur yang diperoleh pada
malam hari penduduk AS telah menurun lebih dari 20% ( National Commission on
Sleep Disorder Research, 1993)., menunjukan bahwa banyak orang Amerika
kehilangan tidur dan mengalami mengantuk yang berlebihan pada siang hari.
F.
GANGGUAN TIDUR
Gangguan tidur adalah kondisi yang
jika tidak diobati, secar umum akan menyebabkan gangguan tidur malam yang mengakibatkan munculnya salah satu
dari ketiga masalah berikut : insomnia; gerakan atau sensai abnormal dikala
tidur atau ketika terjaga ditengah malam atu rasa mengantuk yang berlebihan
disiang hari ( Naylor dan Aldrich, 1994).
1.
Insomnia
Adalah gejala yang dialami oleh klien yang mengalami
kesulitan kronis untuk tidur, sering terbangun dari tidur, dan atau tidur
singkat atau tidur nonrestoratif ( Zorick, 1994 ).
Seseorang dapat mengalami insomnia transien akibat
strea situasional seperti masalah keluarga, kerja atau sekolah, jet lag, penyakit
atau kehilangan orang yang dicintai.
2.
Apnea tidur
Adalah gangguan yang dicirikan dengan kurangnya aliran
udara melalui hidung dan mulut selama periode 10 detik atau lebih pada saat
tidur.
3.
Narkolepsi
Adalah disfungsi mekanisme yang mengatur keadaan
bangun dan tidur. EDS adalah keluhan utama paling sering yang berkaitan dengan
gangguan ini.
4.
Parasomnia
Adalah masalah tidur yang lebih banyak terjadi pada
anak-anak daripada orang dewasa. Sindrom kematian bayi mendadak dihipotesis
berkaitan dengan apnea, hipoksia, dan aritmia jantung yang disebabkan oleh
abnormalitas dalam sistem saraf otonom yang dimanifestasikan selama tidur (
Gilis dan Flemons, 1994).
G.
PROSES KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
Tidur adalah pengalaman subjektif.
Hanya klien yang dapat melaporkan apakah tidurnya cukup dan nyenyak atau tidak.
Apabila klien meras puas dengan kuantitas dan kualitas tidur yang dialaminya,
hal tersebut dapat dianggap normal.
Pengkajian
Tidur
Kebanyakan individu dapat memberi perkiraan yang
akurat dan beralasan tentang pola tidur mereka, terutama jika terjadi suatu
perubahan. Salah satu metode yang singkat dan efektif untuk mengkaji kualitas
tidur adalah dengan menggunakan sekala analog visual ( Closs, 1988).
2.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan pola tidur sulit tertidur
yang berhubungan dengan :
-
Kebisingan lingkungan
-
Nyeri artritis
Gangguan pola tidur sering terbangun
yang berhubungan dengan :
-
Kekawatiran kehilangan pekerjaan
-
Ketergantungan terhadap obat-obatb barbiturat
Resiko cedera yang berhubungan
dengan :
-
Serangan berjalan dalam tidur
Koping keluaraga tidak efektif ;
ketidak mampuan yang berhubungan dengan :
-
Pemahaman pasanagan tentahng narkolepsi
Gangguan harga diri yang berhubungan
dengan :
-
Terjadinya mengompol
Perubahan proses berpikir yang
berhubungan dengan :
-
Deprivasi tidur
Gangguan pertukaran gas selama tidur
yang berhubungan dengan :
-
Perubahan suplai oksigen
Pola napas tidak efektif yang berhubungan dengan
-
Obstruksi trakeobronikal
3.
INTERVENSI
Anjurkan agar kafein dan alkohol
dihilangkan dari diet klien dimalam hari. Minta klien mengikuti ritual tidur
naik ke tempat tidur pada jam yang sama setiap malam, meminum segelas susu.
Tentukan waktu sebelum klien pergi tidur untu latihan relaksasi yang tenang,
mandi, atau latihan relaksasi progresif. Kendalikan sumber-sumber kebisingan
dilingkungan dan pastikan bahwa kamar tidur sudah digelapkan dan memiliki
ventilasi yang baik.
4.
IMPLEMENTASI
Pengetahuan tentang tanda-tanda
serta gejala-gejala susah tidur dan ketidaktenangan dalam tidur menjadi dasara
bagi perawat untuk menilai istirahat serta tidur. Perawat lalu beralih
kemerencanakan car-cara perawatan sekiranya akan dapat membantu orang yang
bersangkutan mengatasi kesulitan tidurnya. Ia memilih langkah-langkah yang
diperkirakannya akakn paling dapat diterima oleh penderita.
Tindakan kenyamanan untuk meningkatkan tidur :
-
Melakukan tindakan hygiene bagi klien yang tirah baring
-
Menganurka klien untuk memakai pakaian malam yang longgar
- Singkirkan atau ganti adanya iritan pada kulit klien seperti balutan yang
lembab atau selang drainase
- Posisikan dan topang bagian tubuh yang menggantung untuk melindungin titik
tekan dan membantu relaksasi otot.
-
Berikan topi dan kaus kaki untuk klien lansia atau klien yang cenderung
kedinginan
-
Anjurkan klien untuk berkemih sebelum tidur
-
Berikan analgesik atau sedatif sekitar 30 menit sebelum tidur
-
Berikan masase tepat sesaat sebelum klien pergi tidur
5.
EVALUASI
Diantara masalah-masalah yang paling
banyak dikemukakan oleh penderita, yang paling menonjol adalah yang menyangkut
meringankan rasa sakit dan usaha-usaha untuk dapat tidur dengan mudah. Meskipun
penggunaan terapi obat tertentu kadang-kadang tak dapat diletakkan, pemakaian
obat-obat tidaklah meniadakan kebutuhan akan pelayanan perawatan yang bermutu
tinggi, termaksud langkah-langkah perawatan untuk menambah rasa nyaman serta
tidur. Banyaknya obat-obatan yang dijual secara bebas . makanya banyak diantara
terbukti tidak membawa manfaat yang lain lagi berbahaya. Menggunkannya tanpa
pertimbangan dapat memperlambat pelayanan kedokteran yang sebenarnya diperlukan
oleh si penderita. Bersikap hati-hati serta pertimbangan yang matang sangat
diperlukan dalam mempergunakan banyak produk-produk ini dan para perawat
hendaknya memberikan bantuan kepada penderita.
Tindakan
Evaluatif
-
Observasi klien 30-60 menit setelah tidur
-
Minta klien melaporkan keberhasilan tertidur dan tetap tidur
-
Minta klien menjelaskan perilaku terjaga saat ditempat kerja atau dirumah pada
siang hari.
-
Observasi ekspresi dan perilaku nonverbal pada saat klien terjaga.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Petter & perry, (2005), Buku Ajar
Fundamental Keperawatan, Jakarta, EGC
2.
Wolf, Weittel & Fuerst, (1984), Dasar-Dasar
Ilmu Keperawatan, Jakarta, PT Gunung Agung
3.
Santosa, Budi, (2005-2006), Panduan
Diagnose Keperawatan, Prima Medika
Sukses Beri ASI Eksklusif Sambil Bekerja
Kesibukan bekerja, kemacetan lalu lintas yang membuat perjalanan pulang pergi ke kantor jadi tidak singkat, membuat banyak ibu ragu untuk tetap bisa memberikan Asi eksklusif bagi anak selama 6 bulan. Tapi jangan buru-buru menyerah ya Mom. Tetaplah berusaha dan yakinkan diri bahwa anda bisa! Tips berikut mungkin bisa membantu:
- Rajin ‘menabung’ ASI. Mulailah berlatih menabung dan menyimpan ASI sekitar tiga minggu sebelum mulai kembali bekerja. Ini akan membiasakan Anda untuk memerah ASI dan menjadikannya sebagai rutinitas.
- Kenyangkan anak. Sebelum berangkat bekerja, susui bayi Anda sampai kenyang. Begitu pula segera sesudah Anda pulang bekerja.
- Perah ASI di kantor setiap tiga jam sekali. Atur waktu Anda agar setiap tiga jam sekali Anda bisa memerah ASI secara rutin. Ini perlu Anda lakukan agar ASI tetap lancar. Temukan tempat yang cukup bersih untuk melakukannya, kemudian simpan ASI di dalam tempat penyimpan yang baik sampai waktu pulang.
- Jaga kondisi. Penting sekali bagi Anda untuk tetap sehat selama menyusui agar produksi ASI tidak terganggu. Makanlah makanan bergizi, dan konsumsi banyak buah-buahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Minum banyak air putih untuk memperlancar ASI, terutama sebelum memerah ASI/menyusui.
Selain hal-hal di atas, satu hal lagi yang tak kalah penting untuk selalu Anda miliki adalah semangat. Bila semangat mengendur, dengan mudah niat Anda untuk menyusui anak akan ikut memudar. Jadi, bertahanlah ya Mom, demi yang terbaik untuk anak!
- Rajin ‘menabung’ ASI. Mulailah berlatih menabung dan menyimpan ASI sekitar tiga minggu sebelum mulai kembali bekerja. Ini akan membiasakan Anda untuk memerah ASI dan menjadikannya sebagai rutinitas.
- Kenyangkan anak. Sebelum berangkat bekerja, susui bayi Anda sampai kenyang. Begitu pula segera sesudah Anda pulang bekerja.
- Perah ASI di kantor setiap tiga jam sekali. Atur waktu Anda agar setiap tiga jam sekali Anda bisa memerah ASI secara rutin. Ini perlu Anda lakukan agar ASI tetap lancar. Temukan tempat yang cukup bersih untuk melakukannya, kemudian simpan ASI di dalam tempat penyimpan yang baik sampai waktu pulang.
- Jaga kondisi. Penting sekali bagi Anda untuk tetap sehat selama menyusui agar produksi ASI tidak terganggu. Makanlah makanan bergizi, dan konsumsi banyak buah-buahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Minum banyak air putih untuk memperlancar ASI, terutama sebelum memerah ASI/menyusui.
Selain hal-hal di atas, satu hal lagi yang tak kalah penting untuk selalu Anda miliki adalah semangat. Bila semangat mengendur, dengan mudah niat Anda untuk menyusui anak akan ikut memudar. Jadi, bertahanlah ya Mom, demi yang terbaik untuk anak!
Disamping sang ibu harus semangat, sang ayah juga
harus memberi dukungan atau motivasi kepada ibu supaya mau menyusui/memberikan
asi eksklusif pada anak. Hal ini karena motivasi juga mampu memberi semangat
pada sang ibu sehingga mau menyusui dan air susu juga akan lancar. Dan manfaat
ASI selain untuk tumbuh kembang si anak ASI juga dapat mempererat ikatan antara
ibu dan anak.
Sumber :
Hidung atau naso /nasal merupakan saluran udara yang pertama, mempunyai dua lubang / kavum nasi, yang dipisahkan oleh sekat hidung/septum nasi. dadalamnya terdapat bulu-bulu yang berguna menyaring udara, supaya debu dan kotoran yang terbawa udara tidak masuk kedalam lubang hidung dan menuju paru-paru.hidung memiliki 3 bagian utama :
- bagian luar dinding yang terdiri dari kulit
- lapisan tengah yang terdiri dari otot-otot dan tulang rawan
- lapisan dalam yang terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung ( konka nasalis ). konka nasalis ada 3 macam : konka nasalis inferior, konka nasalisb media, konka nasalissuperior
Proses/Fisiologi Penciuman
Didalam hidung terdapat terdapat selaput lendir yang mengandung sel-sel pembau. Bau yang masuk kedalam rongga dada akan merangsang saraf kranial (nervus olfactorius ) dari bulbus olfaktorius. kemudian indra bau bergerak melalui tractus olfactorius dengan perantaraan stasiun penghubung hingga sampai daerah penerima akhir dalam pusat olfactory pada lobus temporalis di otak besar dimana perasaan tersebut ditafsirkan/di intepretasikanvideo proses penciuman
Sumber : ANATOMI FISIOLOGI ( Syaifuddin )
INDAH
Orang yang hanya melihat ke atas dalam urusan dunia, hatinya akan cepat kotor dan hancur. Sebaliknya, kalau tunduk dalam melihat dunia dan mengadah pandangan dalam melihat keagungan dan kebesaran ALLAH SWT, maka kita akan menjadi orang yang memiliki hati yang bersih dan sehat.
Tatkala engkau terbangun di malam hari, kau saksikan bintang-bintang bertaburan di langit biru dan rembulan yang tak pernah bosan orang memandangnya. Atau kau mendengar suara jangkrik dan katak yang saling beriringan.Dan sekiranya seseorang sangat gemar memandang keindahan, amat senag mendengar keindahan, niscaya hatinya akan terhindar dari perbuatan keji.
Dan berbahagialah orang yang pandai memelihara pandangannya karena dia akan senantiasa merasakan nikmatnya kebeningan hati.
Dan berbahagialah bagi orang yang senang melihat kebaikan orang lain, tatkala dia mendapat seseorang tidak baik kelakuannya, ia segera sadar bahwa manusia itu bukanlah malaikat.
-kuat aqidah teguh iman islam sampai mati- INSYA ALLAH :D
Orang yang hanya melihat ke atas dalam urusan dunia, hatinya akan cepat kotor dan hancur. Sebaliknya, kalau tunduk dalam melihat dunia dan mengadah pandangan dalam melihat keagungan dan kebesaran ALLAH SWT, maka kita akan menjadi orang yang memiliki hati yang bersih dan sehat.
Tatkala engkau terbangun di malam hari, kau saksikan bintang-bintang bertaburan di langit biru dan rembulan yang tak pernah bosan orang memandangnya. Atau kau mendengar suara jangkrik dan katak yang saling beriringan.Dan sekiranya seseorang sangat gemar memandang keindahan, amat senag mendengar keindahan, niscaya hatinya akan terhindar dari perbuatan keji.
Dan berbahagialah orang yang pandai memelihara pandangannya karena dia akan senantiasa merasakan nikmatnya kebeningan hati.
Dan berbahagialah bagi orang yang senang melihat kebaikan orang lain, tatkala dia mendapat seseorang tidak baik kelakuannya, ia segera sadar bahwa manusia itu bukanlah malaikat.
-kuat aqidah teguh iman islam sampai mati- INSYA ALLAH :D
.jpg)