BAB I
PENDAHULUAN


A.      LATAR BELAKANG
Istirahat dan tidur yang sesuai adalah sama pentingnya bagi kesehatan yang baik dengan nutrisi yang baik dan  olahraga  yang  cukup.   Tiap   individu   membutuhkan jumlah yang berbeda untuk istirahat dan tidur. Kesehatan fisik dan emosi tergantung pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Tanpa jumlah istirahat dan tidur yang cukup, kemampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, dan berpartisipasi dalam aktivitas   hari-hari   akan   menurun,   dan   meningkatkan iritabilitas.
Satu teori fungsi tidur adalah berhubungan dengan penyembuhan (Evans dan French, 1995). Memperoleh kualitas tidur terbaik adalah penting untuk peningkatan kesehatan yang baik dan pemulihan individu yang sakit Perawat memperhatikan klien yang seringkali mengalami gangguan tidur yang ada 'sebelumnya dan klien yang mengalami masalah tidur karena penyakit atau hospitalsasi. Kadang-kadang, klien mcncari pelayanan kesehatan karena mereka mempunyai masalah tidur yang mungkin telah hilang tanpa disadari untuk bcberapa tahun. Klien yang sakit seringkali membutuhkan lebih banyak tidur dan istirahat daripada klien yang sehat. Akan tetapi, sifat alamiah dari penyakit yang mencegah klien untuk mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup. Lingkungan institusi rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang dan aktivitas petugas pelayanan kesehatan dapat menyebabkan sulit tidur.

B.       TUJUAN
1.    Tujuan Umum
Memahami penerapan proses keperawatan dalam memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur.
2.    Tujuan khusus
-      Mahasiswa dapat memahami konsep istirahat dan tidur
-      Mahasiswa mampu menjelaskan fisiologi tidur
-      Mahasiswa mampu menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi tidur dan gangguan tidur.
-      Mahasiswa mampu mengaplikasikan proses keperawatan




BAB II
PEMBAHASAN


A.      Definisi Istirahat dan Tidur
Priode waktu yang lama tidak tidur (secara alami terus menerus). Dalam priode kesadaran (budi sanrosa, 2005-2006) Tidur merupakan seuatu keadaan tidak sadarkan diri yang relatif atau sering juga disebut suatu keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan (wolf ,  weitzel & fuerst,1984)
Istirahat tidak berarti tanpa aktivitas, meskipun setiap orang sering berfikir tentang hal itu seperti duduk di kursi yang nyaman atau berbaring di tempat tidur. Ketika orang sedang istirahat mereka berada pada keadaan aktivitas mental dan fisik yang menyegarkan mereka kembali bergairah dan siap untuk menyelesaikan aktivitas (potter & perry,2005)

B.       Fisiologi Tidur
Tidur adalah proses fisiologis yang bersiklus yang bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan.
Siklus tidur terjaga mempengaruhi dan mengatur fungsi fisiologis dan respons perilaku.

1.    Kondisi Untuk Istirahat yang cukup
-            Eliminasi sumber-sumber yang mengiritasi fisik
-            Kontrol sumber nyeri
-           Pertahankan kesejahteraan kesejajaran anatomis yang tepat atau posisi yang  sesuai
-            Kontrol suhu ruangan
-            Pindahkan distraksi lingkungan
-            Sediakan ventilasi yang cukup

2.    Bebas Dari Kecemasan
a.       Buat keputusan sendiri
b.       Berpatisipasi didalam pelayanan kesehatan pribadi
c.       Mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami masalah dan implikasi       kesehatan
d.       Praktikkan aktivitas yang mengistirahatkan secara teratur
e.       Mengetahui bahwa lingkungan aman

3.      Tidur Yang Cukup
a.       Memperoleh jumlah lama tidur yang dibutuhkan untuk merasa segar kembali
b.       Ikuti kebiasaan higene yang baik sebelum tidur


1.      Irama Sirkadian
Irama sirkadian mempengaruhi pola fungsi biologis utama dan fungsi prilaku. Irama sirkadian termasuk siklus tidur–bangun harian, dipengaruhi oleh cahaya dan suhu serta juga faktor-faktor eksternal seperti aktivitas sosial dan rutinitas pekerjaan. Beberapa orang dapat tertidur pada pukul 8 malam, sementara yang lain tidur pada tengah malam.

2.      Pengaturan Tidur
Tidur melibatkan suatu urutan keadaan fisiologis yang dipertahankan oleh integrasi tinggi aktivitas sistem saraf pusat yang berhubungan dengan perubahan dalam sistem saraf periferal, endokrin, kardovaskular, penafasan dan muskular. Kontrol dan pengaturan tidur tergantung pada hubungan antara dua mekanisme serebral yang mengaktivasi secara intermiten dan menekan pusat otak tertinggi untuk mengontrol tidur dan terjaga. Sistem Aktivasi  Retikular  (SAR) terdiri dari sel khusus yang mempertahankan kewaspadaan dan terjaga. SAR menerima stimulus sensori visual, auditori, nyeri, dan taktil. Tidur dapat dihasilkan dari pengeluaran serotonin dari sel tertentu dalam sistem tidur raphe pada pons dan otak depan bagian tengah. Daerah otak juga disebut daerah siakronisasi   bulbar. Seseorang tetap terjaga atau tertidur tergantung pada keseimbangan impuls yang diterima dari pusat yang lebih tinggi (misalnya pikiran), reseptor sensori perifer (misalnya stimulus bunyi atau cahaya) dan sistem limbik.

3.      Tahapan Tidur
EEC, EMG, dan EOG sinyal listrik mcnunjukkan perbedaan tingkat aktivitas yang berbeda dari otak, otot dan mata yang berhubungan dengan tahap tidur yang berbeda (Sleep Research- Society, 1993). Tidur yang normal melibatkan dua fase: pergerakan mata yang tidak cepat (tidur nonrapid eye movement, NREM) dan pergerakan mata yang cepat (tidur rapid eye movement, REM). Selama NREM seorang yang tidur mengalami kemajuan melalui empat tahapan selama siklus tidur 90 menit. Tidur REM merupakan Case pada akhir tiap siklus tidur 90 menit. Konsolidasi memori (Karni dkk, 1994) dan pemulihan psikologis terjadi pada waktu ini. Faktor yang berbeda dapat mcningkatkan atau mcng-ganggu tahapan siklus tidur yang berbeda.

4.      Siklus Tidur
Secara normal, pada orang dewasa, pola tidur rutin dimulai dengan periode sebelum tidur. Periode ini secara normal berakhir 10 hingga 30 menit tetapi untuk seseorang yang memiliki kesulitan untuk tertidur, akan berlangsung satu jam atau Iebih. Ketika seseorang tertidur, biasanya melewati 4 sampai 6 siklus tidur penuh dan tiap siklus tidur terdiri 4 tahap.dari tidur NREM dan satu periode dari tidur REM Pola siklus biasanya berkembang dari tahap 1 menuju ke tahap 4 NREM diikuti kebalikan tahap 4 ke-3, lalu ke-2, diakhiri dengan periode dari tidur REM. Seseorang biasanya mencapai tidur REM sckilar 90 mcnit ke siklus tidur.
Dengan tiap-tiap siklus yang berhasil, tahap 3 dan 4 memendek, dan memperpanjang periode REM. Tidur REM dapat berakhir sampai 60 mcnit selama akhir siklus tidur. Tidak semua orang mengalami kemajuan yang konsisten menuju ke tahap tidur yang biasa.

C.      FUNGSI TIDUR
Tidur dipercaya mengkontribusi pemulihan fisiologi dan psiologis (Oswaid, 1984, Anch dkk, 1988). Menurut teori tidur adalah waktu perbaikan dan persiapan untuk periode terjaga berikutnya. Dialam tidur NREM, fungsi biologis menurun, tidur yang nyenyak bermanfaat dalam memelihara fungsi jantung.
Tidur diperlukan untuk memperbaiki proses biologis secara rutin. Tidur REM penting untuk pemulihan kognitif. Selama tidur, otak menyaring informasi yang disimpan tentang aktivitas hari tersebut.
  
Mimpi
     Mimpi terjadi selama tidur NREM maupun REM, Mimpi REM dapat berkembang dalam isi sepanjang malam dari mimpi tentang kejadian terbaru sampai mimpi yang kreatif, dan seorang yang depresi dapat bermimpi tidak berdaya.
Teori lain menyatakan bahwa mimpi menghapus fantasi tertentu atau memori yang nonesensial.

D.      KEBUTUHAN DAN POLA TIDUR NORMAL
Durasi dan kualitas tidur beragam diantara orang-orang dari semua kelompok usia. Seseorang mungkin merasa cukup beristirahat dengan 4 jam tidur, sementara yang lain membutuhkan 10 jam.

1.         Neonatus
Neonatus sampai usia 3 bulan rata-rata tidur sekitar 16 jam sehari. Bayi yang lahir dari ibu tanpa medikasi lahir dalam keadaan terjaga. Mata terbuka lebar dan mengisap kencang. Setelah sekitar satu jam bayi baru lahir menjadi diam dan kurang responsif terhadap stimulus internal dan eksternal. Periode tidur berakhir beberapa menit sampai 2 sampai 4 jam setelahnya ( Wong, 1995). Kemudian bayi terbangun lagi dan seringkali menjadi terlalu responsif terhadap stimulus. Stimulus lapar, nyeri, dingin atau yang lain seringkali menyebankan tangisan. Pada minggu pertama, bayi baru lahir tidur dengan konstan. Kira-kira 50% dari tidur ini adalah tidur REM, yang menstimulasi pusat otak tertinggi. Hal ini dianggap esensial bagi perkembangan karena neonatus tidak terjaga cukup lama untuk stimulasi eksternal yang bermakna. Tabel 42-1 menguraikan perilaku yang terlihat pada bayi baru lahir selama tidur dan terjaga.

2.         Bayi
Pada umumnya bayi mengalami pola tidur malam hari pada usia 3 bulan. Bayi tertidur beberapa kali pada siang hari tetapi biasanya tidur rata-rata 8 sampai 10 jam pada malam hari. Sekitar 30 % dari waktu tidur dihabiskan dalam siklus REM. Bangun biasanya terjadi pada pagi hari. Meskipun tidak umum untuk bayi yang terjaga selama malam hari. jika bangun sela malam hari rutin, masalahnya pada diet karena lapar sering kali membangunkan anak. Bayi yang minum ASI biasanya tidur dalam jangka lebih pendek, dengan lebih sering terbangun, dari pada bayi yang minum susu botol ( wong, 1995). Bayi yang lebih besar tidur lebih lama dari pada bayi yang lebih kecil karena kapasitas lambungnya lebih besar. Seorang bayi antara usia 1 bulan dan 1 tahun tidur rata-rata 14 jam sehari.

3.         Todler
Pada usia 2 tahun, anak anak biasanya tidur sepanjang malam dan tidur siang setiap hari. Total tidur rata-rata 12 jam sehari. Tidur siang dapat hilang pada usia 3 tahun. Hal yang umum bagi todler terbangun pada malam hari. Persentase tidur REM menurun. Selama periode ini todler tidak ingin tidur pada malam hari. Ketidak inginan ini dapat berhubungan dengan kebutuhan untuk otonomi, atau takut perpisahan.

4.         Prasekolah
Rata-rata anak usia prasekolah sekitar 12 jam semalam (sekitar 20% adalah REM). Pada usia 5 tahun, anak prasekolah jarang tidur siang. Kecuali pada kebudayaan yaitu siesta adalah kebiasaan. Orang tua paling berhasil untuk membawa tidur dengan membina ritual yang konsisten yang mencakup aktivitas waktu tenang sebelum waktu tidur. Biasanya para ahli tidak merekomendasikan seorang anak diperbolehkan tidur dengan orang tua.



5.         Anak Usia Sekolah
Jumlah tidur yang diperlukan pada usia sekolah bersifat individual dikarenakan status aktivitas dan tingkat kesehatan yang bervariasi. Dan biasanya tidak membutuhkan tidur siang. Pada usia 6 tahun akan tidur malam rata-rata 11 sampai 12 jam, sementara anak usia 11 tahun tidur sekitar 9 sampai 10 jam ( Wong, 1995 ).

6.         Remaja
Remaja memperoleh sekitar 7½ jam untuk tidur setiap malam ( Carskadon, 1990). Pada saat kebutuhan tidur yang aktual meningkat, remaja umumnya mengalami sejumlah perubahan yang sering kali mengurangi waktu tidur. Biasanya orang tua tidak lagi terlibat dalam penataan waktu tidur yang spesifik. Tuntuan sekolah, kegiatan setelah sekolah, dan pekerjaan paruh waktu menekan waktu yang tersedia untuk tidur. Remaja pergi tidur lebih larut dan bangun lebih cepat pada waktu sekolah menengah atas. Harapan sosial yang umum adalah remaja membutuhkan tidur yang sedikit daripad praremaja. Akan tetapi, data laboraturium menunukan bahwa remaja mempunyai kebutuhan fisiologis untuk tidur lebih banyak bila dibandingkan dengan praremaja ( Carskadon, 1990).
7.         Dewasa Muda
Kebanyakan dewasa muda tidur malam hari rata-rata 6 sampai 8½ jam, tetapi hal ini bervariasi. Dewasa muda jarang sekali tidur siang. Kurang lebih 20% waktu tidur yang dihabiskan adalah waktu tidur REM, yang tetap konsisten sepanang hidup.
8.         Dewasa Tengah
Selama masa dewasa tengah total waktu yang digunakan untuk tidur malam hari mulai menurun. Jumlah tidur tahap 4 mulai menurun, suatu penurunan yang berlanjut dengan bertambahnya usia. Gangguan tidur seringkali mulai didiagnosa diantara orang-orang pada rentang usia ini bahkan ketika gejala dari ngangguan yang telah ada untuk beberapa tahun, insomnia terutama lazim terjadi, mungkin disebabkan oleh perubahan dan stres usia menengah. Gangguan tidur dapat disebabkan oleh kecemasan. Depresi atau penyakit fisik ringan tertentu. Wanita yang mengalami gejala menopause dapat mengalami insomnia. Anggota kelompok ini dapat tergantung pada obat tidur.
9.         Lansia
Jumlah tidur total tidak berubah sesuai pertambahan usia. Akan tetapi, kualitas tidur kelihatan menjadi berubah pada kebanyakan lansia ( Bliwise, 1993). Episode tidur REM cenderung memendek. Terdapat penurunan yang progresif pada tahap tidur NREM 3 dan 4, beberapa lansia hampir tidak memiliki tahap 4, atau tidur yang dalam. Seorang lansia terbangun lebih sering dimalam hari dan membutuhkan banyak waktu untuk jatuh tertidur.
Keragaman dalam perilaku tidur lansia adalah umum. Keluhan tentang kesulitan tidur waktu malam seringkali terjadi antara lansaia. Seringkali akibat keberadaan penyakit kronik yang lain. Perubahan pola tidur pada lansia disebabkan perubahan SSP yang mempengaruhi pengaturan tidur. Kerusakan sensorik, umum dengan penuaan, dapat mengurangi sensivitas terhadap waktu yang mempertahankan irama sirkadian.

E.       FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR
Sejumlah faktor mempengaruhi kuantitas dan kualitas tidur. Seringkali faktor tunggal tidak hanya menjadi penyebab masalah tidur. Faktor fisiologis, psikologis, lingkungan dapat mengubah kualitas dan kuantitas tidur.
1.         Penyakit Fisik
Setiap penyakit yang menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan fisik (misal kesulitan bernapas), atau masalah suasana hati. Penyakit juga dapat memaksa klien untuk tidur dalam posisi yang tidak biasa. Sebagai contoh meperoleh posisi yang aneh saat tangan atau lengan di mobilisasi pada traksi dapat menganggu tidur.
Penyakit pernapasan seringkali mempengaruhi tidur. Klien yang berpenyakit paru kronik seperti emfisema dengan napas pendek dan seringkali tidak dapat tidur tanpa dua atau tiga bantal untuk meninggikan kepala mereka.
Penyakit jantung koroner sering dikarakteristikan dengan episode nyeri dada yang tiba-tiba dari denyut jantung yang tidak teratur.
Hipertensi seringkali menyebabkan terbangun pada pagi hari dan kelemahan nokturia, atau berkemih pada malam hari, mengganggu tidur dan siklus tidur. Lansia seringkali mengalami “sindrom kaki tak berdaya” yang terjadi pada saat sebelum tidur.
Seseorang yang berpenyakit tukak peptik seringkali terbangun pada tengah malam. Kadar asm lambung mencapai puncak sekitar pukul 1 sampai 3 ( McNeil dkk, 1986) menyebabkan nyeri lambung.
2.         Obat-Obatan dan Substansi
Dari daftar obat di PDR 1990, dengan 584 obat resep atau obat bebas menuliskan mengantuk sebagai salah satu efek samping, 486 menulis insomnia dan 281 menyebabkan kelelahan (Buysse, 1991). Mengantuk dan deprivasi tidur adalah efek samping medikasi yang umum. Medikasi yang diresepkan untuk tidur seringkali memberi banyak masalah daripada keuntungan. Orang dewasa muda dan dewasa tengah dapat tergantung pada obat tidur untuk mengatasi stressor gaya hidupnya.
3.        Obat-obatan dan pengaruhnya pada tidur
Hipnotik
-            Mengganggu dengan mendapati tahap tidur yang lebih dalam
-            Memberikan hanya peningkatan kualitas tidur sementara (1minggu ).
Diuretik
-            Menyebabkan nokturia
Anti Depresan Dan Stimulan
-            Menekan tidur REM
-            Menurunkan total waktu tidur
Alkohol
-            Mempercepat mulanya waktu tidur
-            Menganggu tidur REM
Kafein
-            Mencegah seseorang tertidur

4.         Pola tidur yang biasa dan mengantuk yang berlebihan pada siang hari (EDS)
Pada abad lampau jumlah tidur yang diperoleh pada malam hari penduduk AS telah menurun lebih dari 20% ( National Commission on Sleep Disorder Research, 1993)., menunjukan bahwa banyak orang Amerika kehilangan tidur dan mengalami mengantuk yang berlebihan pada siang hari.

F.       GANGGUAN TIDUR
Gangguan tidur adalah kondisi yang jika tidak diobati, secar umum akan menyebabkan gangguan tidur  malam yang mengakibatkan munculnya salah satu dari ketiga masalah berikut : insomnia; gerakan atau sensai abnormal dikala tidur atau ketika terjaga ditengah malam atu rasa mengantuk yang berlebihan disiang hari ( Naylor dan Aldrich, 1994).
1.         Insomnia
Adalah gejala yang dialami oleh klien yang mengalami kesulitan kronis untuk tidur, sering terbangun dari tidur, dan atau tidur singkat atau tidur nonrestoratif ( Zorick, 1994 ).
Seseorang dapat mengalami insomnia transien akibat strea situasional seperti masalah keluarga, kerja atau sekolah, jet lag, penyakit atau kehilangan orang yang dicintai.
2.         Apnea tidur
Adalah gangguan yang dicirikan dengan kurangnya aliran udara melalui hidung dan mulut selama periode 10 detik atau lebih pada saat tidur.
3.         Narkolepsi
Adalah disfungsi mekanisme yang mengatur keadaan bangun dan tidur. EDS adalah keluhan utama paling sering yang berkaitan dengan gangguan ini.
4.         Parasomnia
Adalah masalah tidur yang lebih banyak terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Sindrom kematian bayi mendadak dihipotesis berkaitan dengan apnea, hipoksia, dan aritmia jantung yang disebabkan oleh abnormalitas dalam sistem saraf otonom yang dimanifestasikan selama tidur ( Gilis dan Flemons, 1994).




G.      PROSES KEPERAWATAN
1.         PENGKAJIAN
Tidur adalah pengalaman subjektif. Hanya klien yang dapat melaporkan apakah tidurnya cukup dan nyenyak atau tidak. Apabila klien meras puas dengan kuantitas dan kualitas tidur yang dialaminya, hal tersebut dapat dianggap normal.
Pengkajian Tidur
Kebanyakan individu dapat memberi perkiraan yang akurat dan beralasan tentang pola tidur mereka, terutama jika terjadi suatu perubahan. Salah satu metode yang singkat dan efektif untuk mengkaji kualitas tidur adalah dengan menggunakan sekala analog visual ( Closs, 1988).

2.         DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan pola tidur sulit tertidur yang berhubungan dengan :
-            Kebisingan lingkungan
-            Nyeri artritis
Gangguan pola tidur sering terbangun yang berhubungan dengan :
-            Kekawatiran kehilangan pekerjaan
-            Ketergantungan terhadap obat-obatb barbiturat
Resiko cedera yang berhubungan dengan :
-            Serangan berjalan dalam tidur
Koping keluaraga tidak efektif ; ketidak mampuan yang berhubungan dengan :
-            Pemahaman pasanagan tentahng narkolepsi
Gangguan harga diri yang berhubungan dengan :
-            Terjadinya mengompol
Perubahan proses berpikir yang berhubungan dengan :
-            Deprivasi tidur
Gangguan pertukaran gas selama tidur yang berhubungan dengan :
-            Perubahan suplai oksigen
Pola napas tidak efektif  yang berhubungan dengan
-            Obstruksi trakeobronikal

3.         INTERVENSI
Anjurkan agar kafein dan alkohol dihilangkan dari diet klien dimalam hari. Minta klien mengikuti ritual tidur naik ke tempat tidur pada jam yang sama setiap malam, meminum segelas susu. Tentukan waktu sebelum klien pergi tidur untu latihan relaksasi yang tenang, mandi, atau latihan relaksasi progresif. Kendalikan sumber-sumber kebisingan dilingkungan dan pastikan bahwa kamar tidur sudah digelapkan dan memiliki ventilasi yang baik.
4.         IMPLEMENTASI
Pengetahuan tentang tanda-tanda serta gejala-gejala susah tidur dan ketidaktenangan dalam tidur menjadi dasara bagi perawat untuk menilai istirahat serta tidur. Perawat lalu beralih kemerencanakan car-cara perawatan sekiranya akan dapat membantu orang yang bersangkutan mengatasi kesulitan tidurnya. Ia memilih langkah-langkah yang diperkirakannya akakn paling dapat diterima oleh penderita.
Tindakan kenyamanan untuk meningkatkan tidur :
-            Melakukan tindakan hygiene bagi klien yang tirah baring
-            Menganurka klien untuk memakai pakaian malam yang longgar
-            Singkirkan atau ganti adanya iritan pada kulit klien seperti balutan yang lembab atau selang drainase
-           Posisikan dan topang bagian tubuh yang menggantung untuk melindungin titik tekan  dan membantu relaksasi otot.
-            Berikan topi dan kaus kaki untuk klien lansia atau klien yang cenderung kedinginan
-            Anjurkan klien untuk berkemih sebelum tidur
-            Berikan analgesik atau sedatif sekitar 30 menit sebelum tidur
-            Berikan masase tepat sesaat sebelum klien pergi tidur

5.         EVALUASI
Diantara masalah-masalah yang paling banyak dikemukakan oleh penderita, yang paling menonjol adalah yang menyangkut meringankan rasa sakit dan usaha-usaha untuk dapat tidur dengan mudah. Meskipun penggunaan terapi obat tertentu kadang-kadang tak dapat diletakkan, pemakaian obat-obat tidaklah meniadakan kebutuhan akan pelayanan perawatan yang bermutu tinggi, termaksud langkah-langkah perawatan untuk menambah rasa nyaman serta tidur. Banyaknya obat-obatan yang dijual secara bebas . makanya banyak diantara terbukti tidak membawa manfaat yang lain lagi berbahaya. Menggunkannya tanpa pertimbangan dapat memperlambat pelayanan kedokteran yang sebenarnya diperlukan oleh si penderita. Bersikap hati-hati serta pertimbangan yang matang sangat diperlukan dalam mempergunakan banyak produk-produk ini dan para perawat hendaknya memberikan bantuan kepada penderita.

Tindakan Evaluatif
-            Observasi klien 30-60 menit setelah tidur
-            Minta klien melaporkan keberhasilan tertidur dan tetap tidur
-            Minta klien menjelaskan perilaku terjaga saat ditempat kerja atau dirumah pada siang hari.
-            Observasi ekspresi dan perilaku nonverbal pada saat klien terjaga.
DAFTAR PUSTAKA


1.      Petter & perry, (2005), Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Jakarta, EGC
2.      Wolf, Weittel & Fuerst, (1984), Dasar-Dasar Ilmu Keperawatan, Jakarta, PT Gunung   Agung
3.      Santosa, Budi, (2005-2006), Panduan Diagnose Keperawatan, Prima Medika


Konsep Istirahat dan Tidur

Posted by Sutree Thedjo
Jumat, 12 April 2013
Sukses Beri ASI Eksklusif Sambil Bekerja

Kesibukan bekerja, kemacetan lalu lintas yang membuat perjalanan pulang pergi ke kantor jadi tidak singkat, membuat banyak ibu ragu untuk tetap bisa memberikan Asi eksklusif  bagi anak selama 6 bulan. Tapi jangan buru-buru menyerah ya Mom. Tetaplah berusaha dan yakinkan diri bahwa anda bisa! Tips berikut mungkin bisa membantu: 

- Rajin ‘menabung’ ASIMulailah berlatih menabung dan menyimpan ASI sekitar tiga minggu sebelum mulai kembali bekerja. Ini akan membiasakan Anda untuk memerah ASI dan menjadikannya sebagai rutinitas. 
- Kenyangkan anak.  Sebelum berangkat bekerja, susui bayi Anda sampai kenyang. Begitu pula segera sesudah Anda pulang bekerja.
Perah ASI di kantor setiap tiga jam sekali. Atur waktu Anda agar setiap tiga jam sekali Anda bisa memerah ASI secara rutin. Ini perlu Anda lakukan agar ASI tetap lancar. Temukan tempat yang cukup bersih untuk melakukannya, kemudian simpan ASI di dalam tempat penyimpan yang baik sampai waktu pulang.
- Jaga kondisi. Penting sekali bagi Anda untuk tetap sehat selama menyusui agar produksi ASI tidak terganggu. Makanlah makanan bergizi, dan konsumsi banyak buah-buahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Minum banyak air putih untuk memperlancar ASI, terutama sebelum memerah ASI/menyusui.
Selain hal-hal di atas, satu hal lagi yang tak kalah penting untuk selalu Anda miliki adalah semangat. Bila semangat mengendur, dengan mudah niat Anda untuk menyusui anak akan ikut memudar. Jadi, bertahanlah ya Mom, demi yang terbaik untuk anak!
Disamping sang ibu harus semangat, sang ayah juga harus memberi dukungan atau motivasi kepada ibu supaya mau menyusui/memberikan asi eksklusif pada anak. Hal ini karena motivasi juga mampu memberi semangat pada sang ibu sehingga mau menyusui dan air susu juga akan lancar. Dan manfaat ASI selain untuk tumbuh kembang si anak ASI juga dapat mempererat ikatan antara ibu dan anak.
  

Sumber : 


Posted by Sutree Thedjo
Kamis, 11 April 2013
Hidung atau naso /nasal merupakan saluran udara yang pertama, mempunyai dua lubang / kavum nasi, yang dipisahkan oleh sekat hidung/septum nasi. dadalamnya terdapat bulu-bulu yang berguna menyaring udara, supaya debu dan kotoran yang terbawa udara tidak masuk kedalam lubang hidung dan menuju paru-paru.
hidung memiliki 3 bagian utama :

  1. bagian luar dinding yang terdiri dari kulit
  2. lapisan tengah yang terdiri dari otot-otot dan tulang rawan
  3. lapisan dalam yang terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung ( konka nasalis ). konka nasalis ada 3 macam : konka nasalis inferior, konka nasalisb media, konka nasalissuperior
Diantara konaka terdapat lekukan meatus yaitu meatus superior, meatus medialis. Meatus-meatus inilah yang dilewati oleh udara pernafasan, sebelah dalam terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak, dan lubang ini disebut koana.

Proses/Fisiologi Penciuman


Didalam hidung terdapat terdapat selaput lendir yang mengandung sel-sel pembau. Bau yang masuk kedalam rongga dada akan merangsang saraf kranial (nervus olfactorius ) dari bulbus olfaktorius. kemudian indra bau bergerak melalui tractus olfactorius dengan perantaraan stasiun penghubung hingga sampai daerah penerima akhir dalam pusat olfactory pada lobus temporalis di otak besar dimana perasaan tersebut ditafsirkan/di intepretasikan


video proses penciuman 





Sumber : ANATOMI FISIOLOGI ( Syaifuddin )

Anatomi Fisiologi Hidung

Posted by Sutree Thedjo
Jumat, 07 September 2012
INDAH

Orang yang hanya melihat ke atas dalam urusan dunia, hatinya akan cepat kotor dan hancur. Sebaliknya, kalau tunduk dalam melihat dunia dan mengadah pandangan dalam melihat keagungan dan kebesaran ALLAH SWT, maka kita akan menjadi orang yang memiliki hati yang bersih dan sehat.
Tatkala engkau terbangun di malam hari, kau saksikan bintang-bintang bertaburan di langit biru dan rembulan yang tak pernah bosan orang memandangnya. Atau kau mendengar suara jangkrik dan katak yang saling beriringan.Dan sekiranya seseorang sangat gemar memandang keindahan, amat senag mendengar keindahan, niscaya hatinya akan terhindar dari perbuatan keji.
Dan berbahagialah orang yang pandai memelihara pandangannya karena dia akan senantiasa merasakan nikmatnya kebeningan hati.
Dan berbahagialah bagi orang yang senang melihat kebaikan orang lain, tatkala dia mendapat seseorang tidak baik kelakuannya, ia segera sadar bahwa manusia itu bukanlah malaikat.


-kuat aqidah teguh iman islam sampai mati- INSYA ALLAH :D
Posted by Sutree Thedjo
Jumat, 02 Maret 2012

Popular Post

Profil

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

About

Selamat di blog Sehat dan Bugar, blog ini dibuat sebagai sarana bertukar informasi dibidang kesehatan maupun yang lain. Dan semoga blog ini dapat di pergunakan dengan baik

Blogger templates

Blogger news

- Copyright © 2013 Libra You -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -